Heronesia.com - Untuk menyelamatkan citra Presiden Joko Widodo alias Jokowi,
Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro seharusnya undur diri dari Kabinet
Kerja usai disahkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Musyawarah Luar Biasa
(Munaslub) Partai Golkar, pekan depan. Sebab, Jokowi pernah melarang rangkap
jabatan Menteri dengan jabatan partai.
Peneliti Politik dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesis (LIPI) Siti Zuhro mengungkapkan, pengunduran diri
Airlangga dari jabatan Menteri Perindustrian akan dilakukan setelah Golkar
mengadakan Munaslub dan Airlangga secara definitif dilantik menjadi Ketua Umum
Partai Golkar.
"Setelah Munaslub dia langsung mengundurkan diri.
Menurut saya seperti itu," kata dia, dilansir dari CNNIndonesia, Kamis
(14/12).
Hal itu, lanjutnya, terkait adanya pernyataan Jokowi perihal
larangan rangkap jabatan di kabinet dengan di partai. Baginya, itu merupakan
komitmen yang serius dan akan tetap diterapkan.
Diketahui, Jokowi pernah melontarkan pernyataan bahwa
seluruh Menterinya dilarang merangkap jabatan dengan posisi di partai politik
maupun di perusahaan. Tujuannya, agar kabinetnya benar-benar fokus mengurus
rakyat.
"Tidak boleh rangkap-rangkap jabatan. Kerja di satu
tempat saja belum tentu benar kok," ucap Jokowi, di Istana Merdeka,
Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Siti mengamini, rangkap jabatan Menteri itu, terlebih dengan
posisi Ketua Umum Parpol, tentu akan memecah belah fokus dalam pekerjaan. Dan
hal itu tak diinginkan Airlangga.
"Mengurus partai memerlukan waktu 1x24 jam. Pak
Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014) saja yang enggak nyambi
(di kabinet) enggak mampu juga mendongkrak Golkar, apalagi disambi-sambi,"
cetus dia.
Terpisah, Pengamat politik dari Indonesia Public Institute
(IPI) Karyono Wibowo mengatakan, mundurnya Airlangga ataupun perombakan kabinet
alias resfuffle adalah langkah terbaik. Sebab, Presiden pernah menyatakan
komitmen, walau tidak tertulis, soal pelarangan rangkap jabatan Menteri.
Sementara, pemimpin dilihat masyarakat dari konsistensinya. Jika tidak, itu
akan berbalik menyerang citra Jokowi.
"Daripada nanti menimbulkan citra negatif, lebih Pak
Airlangga mundur dari menteri," ucap dia.
Dengan mundur dari jabatan Menteri, lanjutnya, Airlangga
bisa lebih fokus mengatasi permasalahan di internal Golkar dalam rangka
menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
Secara umum, kata Karyono, ada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR)
yang harus diselesaikan Airlangga. Pertama, menyiapkan berbagai langkah untuk
kembali membuat interal Golkar kembali solid. Kedua, mengembalikan citra Golkar
untuk menghadapi agenda politik.
"Dia (Airlangga) harus mundur dari kabinet supaya bisa
fokus," ujarnya.
Terkait dengan jadwal pengumuman reshuffle, Siti dan Karyono
memprediksi itu akan dilakukan seusai Munaslub Partai Golkar. Setidaknya, dua
posisi berbarengan diganti. Yakni, Menteri Perindustrian dengan Menteri Sosial
yang kini ditempati Khofifah Indar Parawansa. Nama terakhir sudah berkomitmen
untuk maju sebagai kandidat Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018.
"Saya kira akan bareng dengan Khofifah itu akan lebih
baik. Khofifah mundur karena (menjadi) Cagub Jatim. Nah, kelihatannya akan
lebih baik bareng, tidak terlalu lama juga. Kan bulan depan sudah mulai
pendaftaran (bakal calon Gubernur) di KPU," ujar Karyono.
source: CNN
Loading...

