![]() |
| Foto: kompas |
Heronesia.com - Momen hari raya seperti Natal dan Tahun Baru biasanya
dimanfaatkan pedagang untuk merasakan keuntungan penjualan mereka. Namun tidak
demikian dengan para pedagang mainan di pasar Gembrong, Jakarta Timur.
Jelang libur Natal dan Tahun Baru, mereka justru tidak
merasakan keuntungan yang berlipat dari momen tersebut.
"Keceklik, sudah susah, (keuntungan) makin turun. Ini
malah mau digusur," ucap Yanto (52), seorang pedagang mainan yang ditemui
di Pasar Gembrong, Kamis (7/12/2017).
Beberapa lokasi yang ditempati pedagang Pasar Gembrong
termasuk bagian dari penataan lahan yang dilakukan pemerintah terkait proyek
Tol Becakayu. Wilayah mereka tengah diukur lahan dan bangunannya untuk kemudian
dilakukan pembayaran pada Februari 2018.
Pedagang lainnya, Iwan (30) merasakan besarnya omzet yang
diterima selama berdagang di Pasar Gembrong sekitar 2-3 tahun lalu. Pedagang
yang sudah berdagang di Pasar Gembrong sejak 1992 itu merasakan pendapatan yang
diterimanya terus menurun.
"Mungkin habis daya belinya. Di satu sisi harga barang
kita naik terus. Pengetatan impor paling berdampak, harga mainan jadi pada
naik," ucap Iwan.
Iwan mengaku bisa mendapat omzet Rp 30 juta dalam 1 hari
menjelang liburan. Namun, saat ini, sulit mendapat penghasilan itu.
Iwan dan pedagang lain di Pasar Gembrong berharap akan
mendapat keuntungan dari sisa waktu mereka berjualan di lokasi yang telah
menjadi tempat penghidupan mereka tersebut. Rencananya Maret 2018, wilayah
tersebut sudah mulai ditata untuk pembangunan Tol Becakayu.
source: kompas
Loading...

