Heronesia.com - Di Pilpres 2014 orang-orang ini dengan lantang mendukung
Prabowo Subianto. Mereka bahkan masuk dalam daftar tim sukses pemenangan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang kala itu melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Tapi akhirnya, Pilpres 2014 dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Sebagai pendukung yang solid, tak jarang mereka mengkritik
Jokowi. Namun siapa sangka, seiring waktu berjalan para timses Prabowo itu
berbalik arah mendukung Jokowi. Mereka secara terang-terangan mengaku sudah sejalan
dengan Jokowi dulu sempat dikritik. Berikut timses Prabowo yang kini dukung
Jokowi:
1. Idrus Marham
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham,
merupakan koordinator Koalisi Merah Putih (KMP) pada Pilpres 2014 lalu. Koalisi
parpol itu adalah barisan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang
merupakan lawan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Sebagai tim lawan, Idrus tak jarang melontarkan kata-kata
pedas untuk Jokowi. Salah satunya ialah menyindir jika Jokowi tak menyelesaikan
tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta. Jokowi malah mencalonkan diri sebagai
presiden. "Apakah DKI Jakarta masih macet? Apakah DKI Jakarta masih
banjir?".
Namun seiring berjalannya waktu semuanya telah berubah.
Idrus kini berada dipihak Jokowi. Dia bahkan diangkat sebagai menteri sosial
menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Idrus pun sekarang tak lagi menyindir
Jokowi, adapun sebaliknya mendukung dan memuji mantan wali kota Solo itu.
"Kita punya keyakinan bahwa Jokowi dengan prestasi yang ada, peluangnya
besar untuk memenangkan lebih dari 60 persen. Bahkan kita targetkan sampai 65
persen," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (16/4)
2. Ali Mochtar Ngabalin
Pada Pilpres 2014 lalu, Ali Mochtar Ngabalin menjadi anggota
tim sukses pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Waktu itu dia
memperkuat tim debat pasangan tersebut. Ngabalin juga sempat membuat geger
dengan pidatonya yang siap mendesak Allah untuk berpihak kepada Prabowo-Hatta.
"Kita mendesak Allah SWT berpihak pada kebenaran, berpihak kepada
Prabowo-Hatta Rajasa," katanya.
Namun sayang Prabowo-Hatta mesti gigit jari lantaran kalah
oleh Jokowi-JK. Tahun demi tahun berganti, Ngabalin kini berbelok mendukung
Jokowi. Dia bahkan diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang
Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden. Dengan posisi
itu, Ngabalin tentu mesti mendukung setiap langkah yang Jokowi ambil.
"Saya mengimbau, mengajak tidak ada cara lain kecuali
kita harus berikan dukungan full kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan
urusan-urusan masyarakat," katanya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana
Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/5).
3. TGB Zainul Majdi
Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa dengan
nama Tuan Guru Bajang (TGB) sempat menjadi tim pemenangan Prabowo-Hatta pada
tahun 2014. Saat itu TGB menjabat ketua pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah
NTB. Namun tak cuma 2014, TGB juga kembali ditunjuk menjadi Ketua Tim
Pemenangan Prabowo di Pilpres 2019. Meskipun sampai saat ini belum ada
deklarasi pencalonan Prabowo sebagai capres 2019.
Meski dia ditunjuk jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo,
ternyata TGB lebih mendukung Jokowi untuk kembali menjadi presiden Indonesia.
Hal itu lantaran dia menilai Jokowi merupakan tipe pemimpin pekerja keras.
"Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun,
ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri
kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan," ucap TGB. (merdeka)
Loading...

