Heronesia.com - Jaman sekarang ini urusan pemesanan kamar hotel adalah
perkara yang mudah. Hanya dengan menggerakkan ujung jari kita dapat memesan
kamar hotel lewat aplikasi di ponsel pintar. Kendati banyak menawarkan pilihan
harga dan hotel, mereservasi hotel via aplikasi bukan berarti tidak perlu
berhati-hati.
Saat membuka hotel yang ingin dipesan via aplikasi, anda
mungkin membaca keterangan bahwa hotel tinggal menyisakan satu kamar lagi. Oleh
karena itu, calon pemesan disarankan cepat-cepat memesan agar tak kehabisan.
Waspadalah, itu hanya trik pemasaran yang dilakukan demi menggaet konsumen.
Hal ini berhasil terungkap lewat investigasi selama delapan
bulan yang dilakukan lembaga pengawas persaingan usaha di Inggris. The
Competition and Markets Authority (CMA) merilis laporan penyelidikannya pada
sistem reservasi hotel.
Laporan tersebut menyebut situs atau aplikasi pemesanan
menerapkan yang disebut 'pressure selling' atau penjualan lewat tekanan.
Pemesanan daring memunculkan keterangan 'kamar hotel hanya tersisa satu dan
jika tidak memesan sekarang maka pembeli harus membayar harga lebih'.
Keterangan itu menimbulkan impresi palsu bahwa kamar hotel
sedang laris dipesan. Dengan begitu, pengusaha mencoba menekan konsumennya agar
cepat-cepat memesan kamar tanpa pikir panjang.
"Orang-orang yang berlibur harus memastikan mereka
melakukan pembelian yang tepat, baik itu dalam hal diskon yang dijanjikan atau
menerima informasi yang tepat soal ketersediaan kamar hotel," kata Andrea
Coscelli, Kepala CMA dilansir di Travel and Leisure.
"Penting untuk memastikan tidak ada satu pihak pun yang
merasa ditekan oleh pernyataan yang menyesatkan ketika memesan kamar,"
imbuhnya.
Investigasi tersebut juga menyimpulkan daftar pencarian
hotel oleh konsumen kerap memunculkan hasil yang tidak akurat. Beberapa hotel
bisa nangkring di puncak hasil pencarian karena mereka membayar komisi lebih
banyak kepada aplikasi pemesanan hotel.
Di lain waktu, aplikasi atau situs pemesanan akan
melampirkan harga detik-detik terakhir sehingga harga yang tertera terasa lebih
murah. Padahal harga yang tercantum itu bukanlah harga total yang harus dibayar
konsumen.
Kendati sudah mengungkap muslihat pemasaran hotel, CMA
menolak membeberkan siapa saja yang terlibat dalam permainan tersebut. Mereka
mengaku sudah memberikan peringatan langsung kepada yang bersangkutan agar
segera menghentikan praktik curangnya demi melindungi hak-hak konsumen.
"Langkah kami selanjutnya adalah mengambil aksi yang
penting termasuk menyeret ke ranah hukum jika diperlukan. Itu semua demi
menjamin hak konsumen mendapatkan harga yang adil," jelas Coscelli. (republika)
Loading...

