Heronesia.com - Video 1 menit 50 detik dengan tampilan mirip keluarga dalam
logo kaleng Khong Guan viral di sosial media diduga membahas pencapaian
pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video tersebut, kedua anak
itu malu akan cibiran netizen soal sosok ayah yang tidak pernah ditampilkan
dalam logo Khong Guan.
Tokoh Ibu dalam video tersebut ingin menyampaikan alasan
mengapa sosok ayah tak pernah ada dalam gambar itu. “Sebenarnya Ibu ingin
mengatakan yang sesungguhnya pada kalian tapi ibu takut. Ibu takut dibilang
kampanye. Ayahmu sekarang tidak nganggur lagi, Nak,” ujarnya dalam video itu.
Video itu seakan membahas soal capaian pemerintahan Presiden
Jokowi. Dalam video itu, sang Ibu mengatakan bahwa sang ayah bekerja dengan
menurunkan angka pengangguran hingga 5,13 persen.
Selain itu, sang ayah
berhasil mengurangi angka kemiskinan hingga satu digit yang merupakan angka
terendah sepanjang sejarah.
Bagaimana faktanya? Data yang disebutkan oleh sang Ibu dalam
video tersebut mirip dengan data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Data BPS menyatakan tingkat kemiskinan Indonesia turun
menjadi 9,82 persen. "Maret 2018 pertama kalinya persentase kemiskinan
satu digit, ini terendah," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers 16
Juli 2018.
Suhariyanto menjelaskan, sejak 2002, kemiskinan di Indonesia
berangsur menurun. Tahun ini, penduduk di bawah garis kemiskinan turun hingga
633,2 ribu orang. Jika dibandingkan dengan 2017, jumlah penduduk di bawah garis
kemiskinan mencapai 26,58 juta orang. "Maret 2018 penduduk miskin
berjumlah 25,95 juta orang," ujarnya.
Sementara untuk angka pengangguran Badan Pusat Statistik
atau BPS mencatat jumlah pengangguran berkurang 140 ribu orang dalam setahun
terakhir pada pemerintahan Jokowi. Hal ini sejalan dengan tingkat pengangguran
terbuka atau TPT yang turun dari 5,33 persen menjadi 5,13 persen (year-on-year)
pada Februari 2018.
Namun TPT masih didominasi lulusan sekolah menengah
kejuruan (SMK) sebesar 8,92 persen. "Hal ini disebabkan oleh pendidikan
vokasi kita yang masih kurang," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya,
Jakarta Pusat, Senin, 7 Mei 2018.
Loading...

