Heronesia.com - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul
turut menanggapi dukungan yang diberikan TGB Zainul Majdi kepada Presiden Joko
Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan dalam
acara TV yang disiarkan MetroTV pada Selasa (10/7/2018).
Dalam acara tersebut tampak pula TGB yang duduk di sebelah
Ruhut Sitompul.
Ruhut Sitompul mengaku dirinya menyambut positif dukungan
TGB untuk Jokowi.
Menurut Ruhut Sitompul, TGB bisa membuat Jokowi menang di
Nusa Tenggara Barat, yang dulu sempat kalah dalam Pilpres 2014.
Tak hanya itu, Ruhut Sitompul juga mengatakan dirinya akan
memberikan bisikan kepada Jokowi agar mengangkat TGB menjadi menteri.
"Kami (Jokowi) 2014 kebetulan kalah di NTB, tadi mau ke
mana? Percayalah, kita berdoa, insya Allah kami nanti menang di NTB."
"Ya paling tidak, saya juga orang dekat dengan Pak
Jokowi, saya akan membisikkan 'Pak mesti ada dari NTB satu yang jadi menteri Pak,
siapa? Tuan Guru Bajang," kata Ruhut Sitompul.
Menanggapi perkataan Ruhut Sitompul, TGB hanya diam
mendunduk.
Simak pernyataannya dalam video di bawah ini, menit ke 4.00.
Diketahui, keputusan TGB yang merupakan anggota Majelis
Tinggi Partai Demokrat untuk mendukung Jokowi 2 periode mengejutkan publik.
Dikutip KompasTV, TGB menegaskan apabila omongannya itu
adalah pernyataan pribadi dan tidak mewakili pihak atau partai manapun.
TGB menyatakan jika apa yang ia sampaikan adalah semata-mata
untuk kepentingan dan kemaslahatan warga Nusa Tenggara Barat.
TGB mengaku, keputusan itu ia ambil setelah 4 tahun ia
melihat adanya pecah belah umat.
Terutama pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah.
"Keputusan ini saya ambil setelah empat tahun saya
melihat, menilai dan juga pasca pemilukada serentak kemarin terutama. Saya
melihat di beberapa daerah, pembelahan itu sudah begitu terasa. Jadi pembelahan
antar umat ini luar biasa."
"Satu mengklaim dialah aspirasi umat dan yang lain
bukan umat dan bahkan dengan narasi-narasi dan wacana yang merusak persaudaraan
kita."
"Jadi pasca Pemilukada saya melihat wacana-wacana dan
orasi yang dikembangkan, dan bahkan itu semakin mengkhawatirkan."
"Mengutip ayat-ayat perang seakan-akan 2019 itu kita
akan perang kurusetra antara Pandawa dan Kurawa."
"Pilihan saya sebagai anak bangsa adalah diam atau
bersuara, dan saya memilih untuk bersuara. Ini tidak ada kaitannya dengan
jabatan apa-apa," ungkapnya.
Sementara itu, Jokowi pun menyambut baik dukungan yang
diberikan oleh TGB ini.
Ia menganggap jika langkah politik TGB adalah sebuah
apresiasi kepada pemerintah.
"Saya kira itu bentuk sebuah penghargaan apresiasi
kepada pemerintah. Beliau sendiri menyampaikan rasionalnya seperti itu,"
kata Jokowi di Jakarta, Jumat (6/7/2018), dikutip Kompas.com.
Jokowi juga mengaku bersyukur karena dukungan untuk dirinya
dari kepala daerah terus bemunculan.
Akibat dari tindakannya yang mendahului keputusan partai
(Demokrat), TGB akan mendapatkan sanksi dari partai yang menaunginya itu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv Advokasi dan Hukum
Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitternya pada Selasa
(10/7/2018).
Menurut Ferdinand, apa yang dilakukan TGB yang memilih untuk
mendukung Jokowi 2 periode bukan sebuah kesalahan.
Yang salah adalah TGB merupakan pejabat tinggi partai, tapi
bersikap mendahului langkah resmi dari partai yang menaunginya.
"1. Selamat pagi Twips, Sy hrs jelaskan berita yg terus
dibesar2kan demi citra terkait #sanksiTGB
Ada yg menulis, Samksi diberikan karena mendukung Jokowi,
SALAH.
2. Apa yang dilakukannoleh TGB dengan mendukung Jokowi 2
Periode, bukanlah sebuah kesalahan.
Sikap itu banyak yg sama di internal Demokrat sebagaimana
sikap yg menolak Jokowi 2 periode.
Demokrasi di internal Demokrat hidup dan berjalan baik.
#sanksiTGB
3. Jk dukungan TGB ke Jokowi tdk salah, lantas apa yg salah?
Kenapa TGB akan diberikan sanksi?
Jawabannya adalah, krn TGB sebagai pejabat tinggi partai,
telah mendahului sikap resmi parta dgn deklarasi terbuka dukungannya. Deklarasi
= menyatakan sikap
#sanksiTGB
4. Dgn demikian, TGB akan diberikan sanksi bkn krn mendukung
Jokowi, tapi karena off side, mendahului sikap resmi partai.
Terkait perbedaan dukungan di internal, sungguh itu biasa bg
kami.
Banyak yg berbeda termasuk saya. Tapi kali sll tdk boleh
mendahuli partai.
#sanksiTGB," tulisnya.
Loading...

