Heronesia.com - Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Muhammad Nuruzzaman
mengundurkan diri dari keanggotaan partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Pengunduran
diri tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Prabowo
Subianto.
Dalam surat tersebut, Nuruzzaman mengaku kecewa dengan
Gerindra karena terjadi pergeseran gerakan perjuangan pada partai berlambang
kepala Burung Garuda itu.
"Waktu pun berjalan. Partai Gerindra ternyata belok
menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada
kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar
kepentingan saja! Mark my words Pak Prabowo," kata Nuruzzaman dalam
suratnya seperti dilansir Suara.com.
Nuruzzaman mengatakan, Gerindra kini menjadi corong
kebencian yang mengaplikasikan politik yang cuma mengejar kepentingan saja.
Nuruzzaman juga menuding para elit Partai Gerindra senang
bermain isu SARA, khususnya pada Pilkada DKI Jakarta. Hal ini yang membuat dia
berat melanjutkan perjuangannya dengan Gerindra.
"Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan
Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elit Gerindra yang
semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana
Bapak harusnya berpijak," tutur Nuruzzaman.
Kekecewaannya memuncak saat Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli
Zon mengkritik Yahya Cholil Staquf yang bertandang ke Israel. Dia tidak terima
atas pernyataan Fadli yang dinilai Yahya.
"Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga
diri dan marwah, sesuatu yang Pak Prabowo tidak pernah bisa paham karena Bapak
lebih mementingkan hal politis saja," kata Nuruzzaman.
source: suara.com
Loading...

