![]() |
| Foto: Istimewa |
Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menyebutkan penghentian
operasional penyeberangan dari Simanindo-Tigaras dan sebaliknya belum
dipastikan sampai kapan.
"Penghentian operasional angkutan air itu dihentikan
hingga ada konfirmasi lebih lanjut termasuk terkait dengan perkembangan terbaru
dari korban yang belum ditemukan," ujar Rapidin di Simalungun, Selasa
(19/6).
Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumut, Hj R Sabrina yang
mendatangi dua titik posko di Tigaras Kabupaten Simalungun dan Simanindo
Kabupaten Samosir, berharap tim SAR segera menemukan korban hilang.
Sabrina menyebutkan musibah kapal tenggelam yang untuk
sementara mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 18 orang luka dan 104 masih
belum ditemukan itu merupakan duka mendalam bagi Sumut di Idul Fitri 1439
Hijriah.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumut, saya
menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan
berharap tim SAR segera menemukan korban hilang," ujar Sabrina.
Ia juga meminta semua pihak terkait ikut mendorong kesadaran
bersama pentingnya keselamatan dalam pelayaran. Standarisasi keselamatan
seperti pelampung, merupakan keharusan. "Tanpa alasan apapun, keamanan
harus jadi prioritas," ujar Sabrina.
Menurut dia, selain pembelajaran terhadap standarisasi
penyelamatan pelayaran, seluruh pihak juga harus mempelajari bahwa Danau Toba
sebagai satu danau terbesar dunia, punya keunikan tersendiri.
Hal ini, katanya, karena luasnya sudah mirip seperti laut
dengan ombak besar dan angin kencang. "Kita tidak tahu bagaimana arus di
bawah danau karena di dalamnya banyak palung. Belum lagi angin cukup kuat
karena dikelilingi bukit," ujarnya.
Dia juga meminta masyarakat untuk mencari informasi resmi
dari pemerintah soal jumlah korban kecelakaan itu, bukan dari sumber lain. (merdeka)
Loading...

