Heronesia.com - Presiden Joko Widodo menghormati niatan Ketua Dewan
Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menjadi calon presiden.
Mantan Wali Kota Solo itu menilai pengalaman berpolitik Amien Rais tak perlu
diragukan lagi.
"Senioritas beliau dalam kancah politik nasional tidak
diragukan. Kapabilitas dan kepemimpinan beliau saya kira rakyat juga tidak
meragukan itu," kata Jokowi di Istana Bogor, Selasa (12/6).
"Saya kira sangat bagus karena beliau tokoh politik
yang tidak diragukan lagi pengalamannya. Rekam jejak beliau saya kira enggak
ada yang meragukan," tutur Jokowi melanjutkan.
Wacana mengusung Amien Rais sebagai calon presiden pertama
kali diutarakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa hari lalu.
Dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta,
Sabtu (9/6), Zulkifli mempersilakan pihak-pihak yang ingin mengambil tokoh PAN
untuk mengisi kursi capres di Pilpres 2019, walaupun Rapat Kerja Nasional PAN,
beberapa waktu lalu, telah mengamanatkan jatah kursi tersebut kepada dirinya.
Sejumlah tokoh PAN yang dimaksud Zulkifli adalah Amien Rais,
Hatta Rajasa, hingga Soetrisno Bachir. Kata Zulkifli mereka sudah melakukan
pengorbanan bagi partai yang lebih besar dibandingkan dirinya.
Amien yang juga hadir di acara itu lantas menimpali dengan
menyatakan dirinya agak layak menjadi capres. Kata Amien saat itu, keyakinannya
berdasarkan pengalaman Mahathir Muhammad yang kembali menjadi Perdana Menteri
Malaysia di usia 92 tahun.
"Jadi saya pun sedikit agak layak ya (nyapres). (Saya)
sudah agak kuno ya, tapi ya dengan Mahathir itu jadi ada semacam ada perubahan
visi orang Asia Tenggara [soal usia] ini," ujar Amien..
Menurut Jokowi, jika wacana itu terwujud, nama Amien Rais
dalam bursa capres akan menambah pilihan bagi masyarakat di Pilpres 2019.
"Saya kira sangat bagus untuk memberikan alternatif,
pilihan-pilihan dalam rangka Pilpres ke depan," ucap mantan Wali Kota Solo
ini.
Amien merupakan pendiri PAN pada 1998. Ia berhasil menjadi
Ketua MPR periode 1999-2004 dan sempat menjadi calon presiden dalam Pilpres
2004 tetapi kalah karena meraih kurang dari 15 persen suara nasional. (cnn)
Loading...

