Heronesia.com - Tweet Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di
akun Twitter-nya, Senin (18/6/2018) kemarin, ramai diperbincangkan netizen.
Berikut cuitan yang hingga Selasa (19/6/2018) telah mendapatkan 1.833 komentar dan telah diunggah kembali sebanyak 2.975
kali tersebut : "Saya perhatikan,
banyak penguasa yang lampaui batas sehingga ciderai keadilan dan akal sehat.
Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT?"
SBY tidak menjelaskan lebih lanjut apa peristiwa tertentu di
negeri ini yang menjadi konteks dari cuitan itu. Ia juga tidak menyebut tweet
tersebut ditujukan untuk siapa.
Hal tersebut pun menuai tanda tanya netizen. Bahkan, banyak
komentar netizen yang bernada menyerang balik SBY. Akun @pujakesuma74 langsung
bertanya, "Ngomong opo Bapak SBY?"
Pertanyaan serupa juga diungkapkan akun @Widyarenee. Ia
sekaligus menyindir penguasa yang bercokol sebelum era pemerintahan Jokowi-JK.
"Kamsude penguasa di negara mana, pak? Dulu pernah ada penguasa 10thn di
Indonesia juga begitu. Yg seenak udel korupsi, ninggalin proyek mangkrak n
hutang seabreg ya orangnya dia2 aja. Gak adil."
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan
bahwa tweet SBY itu memang ditujukan untuk pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Secara khusus tweet itu berkaitan dengan pengangkatan Komjen (Pol) Iriawan
menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat.
"Iya, cuitan itu bisa saja kita kaitkan dengan
peristiwa pelantikan Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat. Karena bagi kami,
itu melanggar aturan ya," ujar Syarief seperti dilansir Kompas.com, Selasa
siang, saat dimintai konfirmasi.
Bagi Partai Demokrat, seharusnya PJ Gubernur Jabar ditempati
oleh pejabat Kemendagri. Bukan perwira Polri aktif yang berada di luar lingkup
kerja Kemendagri. Saat ditanya mengenai pernah ada perwira tinggi Polri yang
diangkat sebagai PJ Gubernur dalam beberapa Pilkada lalu, Syarif mengatakan,
itu berbeda.
"Itu kasusnya berbeda. Waktu itu, perwira Polri
tersebut sudah beralih fungsi dan tugasnya jadi pejabat di Kemendagri. Kalau
itu enggak apa-apa, bukan dari luar," lanjut dia.
Loading...


