![]() |
| Ilustrasi Penjambretan |
Heronesia.com - Kasus penjambretan marak terjadi, aparat Polsek Cempaka Putih
mengklaim sudah mengubah pelaksanaan patroli di jalan raya. Hal itu dilakukan
agar tidak lagi terulang kasus penjambretan yang telah menewaskan penumpang
ojek online bernama Warsilah (37).
Pengubahan teknis patroli ini, diperbanyak dengan penempatan
polisi berpakaian preman di lokasi-lokasi yang dianggap rawan penjambretan.
"Patroli tetap dilaksanakan. Tapi bakal ditambah untuk
anggota polisi yang berpakaian preman," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol
Rosiana Nurwidajati saat dikonfirmasi, Selasa (2/7/2018).
Dia menyampaikan alasan lebih mengerahkan polisi berpakaian
preman agar tak terlihat oleh para pelaku penjambretan yang masih nekat
berkeliaran di jalan.
"Kami tidak akan habis akal. Oke akan saya acak. Akan
lebih cenderung ke patroli petugas yang berpakaian preman. Jangan yang
menggunakan seragam polisi karena bakal dibaca oleh mereka," kata Rosiana.
Rosiana mengaku para pelaku kasus penjambret memang kerap
memantau pergerakan polisi sebelum melancarkan aksinya di jalanan. Bahkan, kata
dia, para penjahat jalanan itu juga sudah hafal jam-jam patroli yang
dilaksanakan aparat kepolisian.
"Namanya penjahat sudah hafal waktu patroli. Tapi kami
mengubah sistem kembali. Ini mereka sudah membaca pergerakan polisi. Saya pun
suka nongkrongin di dekat sana," kata dia.
Warsilah menjadi korban penjambretan saat berboncengan
dengan driver ojek online di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Minggu
(1/7/2018). Saat aksi perampasan itu terjadi, korban tersungkur dari sepeda
motor. Nyawa korban pun tak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra,
Kemayoran, Jakarta Pusat akibat luka-luka yang dialaminya.
Kasus penjambretan penumpang Gojek ini terekam kamera CCTV
yang terpasang di dekat lokasi kejadian. Bahkan, rekaman kasus penjambretan
berujung tewasnya korban sempat viral di media sosial. (suara)
Loading...

