![]() |
| Ryamizard Ryacudu (Foto: Lamhot Aritonang) |
Heronesia.com - Menhan Ryamizard Ryacudu merasa terusik atas komentar
Prabowo Subianto di debat yang menyatakan pertahanan negara Indonesia masih
lemah. Menurut Ryamizard, pertahanan Indonesia saat ini ada di posisi 10 di
dunia.
"Tadi malam disampaikan (debat kandidat presiden)
masalah pertahanan kita lemah. Waktu saya jadi menteri pertahanan, kita nomor
urut 19 seluruh dunia. Sekarang, nomor urut 10 dari seluruh dunia, berapa ratus
itu. Jadi kuat kita ini. Siapa bilang lemah. Saya tersinggung juga kalau
disebut Menteri Pertahanan lemah," katanya dalam pidato 'Bela Negara' di
acara deklarasi PP Riau mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Jl Gaja Mada Pekanbaru,
Minggu (31/3/2019).
Ryamizard bicara soal ancaman nyata saat ini. "Pertama
ancaman yang nyata itu adalah teroris. Nyata teroris itu, sudah itu bencana
alam. 4,5 tahun yang lalu sudah saya sampaikan, dan ini berulang-ulang,
pemberontakan, kemudian masalah narkoba, cyber. Ini adalah ancaman kita,"
kata Ryamizard yang juga pernah menyampaikan hal itu di NATO.
Menurutnya, ancaman teroris juga mengancam keutuhan negara
karena menimbulkan ketakutan di masyarakat. Dia meyebut inisiatif justru di
tangan teroris.
"Kita menunggu dibom, ini tidak boleh. Harus inisiatif
di tangan kita, harus di tangan aparat keamanan kita. Teroris adalah acaman
yang nyata," katanya.
Ryamizard mengatakan saat ini yang paling berbahaya adalah
ancaman mengubah ideologi negara yaitu Pancasila.
"Begitu Pancasila diubah, selesai negara ini. Saya
bicara ini kemarin di Medan juga, Kalimantan Timur, dengan Pemuda Pancasila.
Kenapa? Karena ada nyambungnya. Pemuda Pancasila ini yang membuat mulai dari
Jenderal Nasution, Ahmad Yani, Gatot Subroto. Itu senior-senior TNI," ucap
Ryamizard disambut tepuk tangan.
Dia berpesan agar semua pihak saling menghormati.
"Komunis di China, di Rusia, nggak ada apa-apa, biar saja, kenapa kita
marah-marah. Di sini tidak boleh, kita tidak benci dengan komunis kok, kita
benci dengan PKI. PKI itu sudah tiga kali berontak, masak mau empat kali
berontak. Bodoh betul kita kalau sampai empat kali berontak, tak boleh,"
katanya.
Menurutnya, musuh negara saat ini ada dua pada posisi
sebelah kiri dan kanan. Posisi kiri adalah PKI dan posisi kanan adalah yang
mendirikan agama Islam, khilafah.
"Dari awal kita tidak setuju (khilafah). Kalau kita
terima itu, negara kita ini Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hanya sedikit
(mendukung khilafah). Di Sumatera Utara orang-orang Batak tidak mau (khilafah),
Kalimantan hampir seluruhnya tidak mau, Sulawesi separuh, Ambon ke timur tidak
mau, Jawa, Bali ke timur tidak mau. Jadi sedikit, karena itulah, kita berembuk
pendiri bangsa ini, ya sudahlah jangan bicarakan itu lagi (khilafah).
Mari kita
bersama-sama membangun negara ini, sudah diperjuangkan, sudah kita bersumpah
kepada Tuhan, sumpah pemuda, landasan kita tetap saja Pancasila. Sekarang ada
orang mengungkit-ngungkit lagi khilafah," katanya.
Sumber: Detik.com
Loading...

