Heronesia.com - Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia ( TNI),
Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo menilai wajar jika Capres nomor urut 02,
Prabowo Subianto marah saat debat capres soal pertahanan negara.
Karena, pertahanan Indonesia yang dinilai lemah justru menjadi bahan lelucon bagi penonton yang hadir.
Karena, pertahanan Indonesia yang dinilai lemah justru menjadi bahan lelucon bagi penonton yang hadir.
"Yang Pak prabowo mangkel itu dilecehkan. Kenapa tadi
marah karena ketika beliau mengatakan pertahanan kita lemah ada yang ketawa.
Indonesia itu tak bisa bertempur. Berperang 30 hari pelurunya habis. Itu data
ya," jelas Suryo Prabowo usai debat capres di Hotel Shangri-La, Sabtu
(30/3).
"Ini yang membuat Prabowo marah, masak kamu senang sih
dibilang kuat padahal tidak kuat. Ini kita mencari pembunuh karyawan di Papua
saja sudah empat bulan. Kalau zaman dulu mana ada. Itu yang bikin gemas,
masukanya kurang pas," tegasnya.
Dia juga melihat, belum ada peningkatan kualitas dari pertahanan
Indonesia. Lalu, soal modernisasi alutsista, dia merasa kurang tepat bila
diterjemahkan dengan menambah organisasi. Pernyataan ini disampaikan untuk
memperkuat pandangan Capres Prabowo Subianto dalam debat capres.
"Jadi kalau teman-teman sekalian membuka data kita dulu
kan ada program pembangunan jangka panjang kita ingin membangun kekuatan
minimum essential Force. Ini pun kita belum bisa terpenuhi, tetapi sekarang
sudah menambah orang menambah anggaran," kata Suryo.
"Alhasil Saya belum lihat ada peningkatan kualitas, ini
saya sampaikan sehingga jawaban dari tadi kayaknya kurang pas. Organisasi
dijawab oleh organisasi," sambungnya.
Menurutnya, meski Indonesia memiliki 1.000 tentara tapi
musuh mempunyai satu kendaraan perang tank, itu tidak akan sebanding. Selain
itu, soal anggaran pertahanan, Indonesia juga masih berada di bawah Singapura.
"Kalau bicara anggaran, nilai anggaran militer
Indonesia urutan kedua setelah singapura. Berarti lemah. Singapura itu angkatan
militernya cuma 50-an ribu. Kita 300-an ribu. Jumlah nominalnya perkapita jadi
makin besar. Jumlah pesawat tempur saja kita kalah sama Singapura. Jumlah tank
tempur saja kita kalah," tutupnya.
Untuk diketahui, nada suara Calon Presiden nomor urut 02,
Prabowo Subianto meninggi saat pernyataannya soal lemahnya pertahanan negara
justru direspon tertawa oleh penonton yang hadir di ruang debat capres, Hotel
Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).
Semua bermula ketika Prabowo meminta Jokowi memberikan
perhatian terhadap pertahanan negara. Sebab, pertahanan Indonesia tergolong
lemah. Buktinya, anggaran negara untuk sektor pertahanan dinilai lebih rendah
dibanding negara lain.
"Saya mohon Pak, bukan menyalahkan. Saya berpendapat,
kekuatan pertahanan kita sangat rapuh, sangat lemah. Bukan salah Bapak, salah
enggak tahu saya. Elit," kata Prabowo.
Tiba-tiba ruangan menjadi gaduh. Terdengar suara tawa dari
beberapa penonton debat. Prabowo naik pitam. Dia mempertanyakan penonton yang
justru menertawakan kondisi negara.
"Yang ketawa, kenapa kalian ketawa? Pertahanan
Indonesia rapuh, kalian ketawa, lucu ya. Kok lucu?," ujar dia.
Sumber: Merdeka.com
Sumber: Merdeka.com
Loading...

