![]() |
| Skandal poliandri Ayu. Foto: (DOK IST) |
Heronesia.com - Perempuan bernama Ayu didakwa menipu suaminya. Tak hanya
morotin Rp 1,4 miliar, ternyata Ayu selama ini berpoliandri. Hal ini pun
membuat suami kedua Ayu, I Gede Arya Sudarsana, kecewa berat karena merasa
dibohongi.
"Ayu ngaku umur 30 tahun, nggak nikah. Katanya dia
dapat pacaran terus setelah sudah didapetin dia ditinggal katanya. Terus
frustasi, terus fokus sekolah dulu, karir dulu, kan kalau dokter banyak umur
yang belum nikah," katanya seperti diberitakan detikcom, Jumat silam (29/3/2019).
Terlepas dari kasus Ayu, tersebar kabar bahwa memiliki
pasangan seks lebih sari satu bisa mempengaruhi kesuburan seseorang. Tapi
apakah benar seperti itu?
Menurut Parents, risiko utama orang dengan banyak pasangan
seks berada pada risiko tertinggi untuk penyakit menular seksual (PMS) atau
infeksi seksual menular (IMS). Jika kamu memang memiliki PMS, penting untuk
mencari pengobatan sesegera mungkin untuk menghindari efek berbahaya pada organ
reproduksi dan kesuburan, meskipun jumlah bukanlah penyebab langsung dari
masalah kesuburan.
"Jumlah saja tidak akan mempengaruhi kesuburan,"
jawab Dr Amy Peters dari Saddleback Medical Center di Laguna Hills, California
mengatakan pada Romper.
"IMS yang diketahui berpotensi berdampak kesuburan
adalah mereka yang bertanggung jawab atas penyakit radang panggul (PID): gonore
dan klamidia. Chlamydia sangat umum dan sering tidak memiliki gejala - pada
kenyataannya, karena 70 persen wanita dengan klamidia tidak memiliki gejala,
mereka tidak mencari pengobatan. IMS dapat menyebabkan kehamilan ektopik,
jaringan parut tuba, dan masalah reproduksi tambahan, serta infertilitas jika
tidak diobati, "jelas Peters.
Untuk mengurangi risiko IMS dan menjaga agar infeksi tidak
menyebar, penting untuk mencari pertolongan medis dan memastikan pasangan yang
terinfeksi untuk menjalani pengobatan. Pemeriksaan rutin juga harus di lakukan
bagi orang yang berisiko tinggi.
Sumber: Detik.com
Loading...

