![]() |
| Foto: Komisioner KPU, Wahyu Setiawan |
"Terkait dengan oknum masing-masing pendukung kandidat
yang bersikap tidak patut dalam debat keempat, KPU menyatakan keberatan. Komite
damai akan meminta oknum pendukung dimaksud tidak diundang oleh TKN dan BPN
dalam debat kelima," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi,
Minggu (31/3/2019).
Wahyu mengatakan yang nantinya tidak diundang dalam debat
capres cawapres atau debat kelima ini, merupakan pendukung yang tidak mematuhi
tata tertib. Wahyu menyebut, oknum yang tidak tertib ini berada di
masing-masing rombongan pendukung paslon.
"Untuk pendukung yang tidak mematuhi tata tertib,
karena oknum yang tidak tertib juga ada di rombongan TKN dan BPN," kata
Wahyu.
Terkait siapa saja nama yang nantinya tidak kembali
diundang, Wahyu mengatakan komite damai akan berkoordinasi dengan Tim Kampanye
Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Komite damai akan koordinasi dengan TKN dan BPN,"
tuturnya.
Seperti diketahui, momen munculnya suara tawa hingga bikin
Prabowo bertanya-tanya itu bermula saat capres nomor urut 02 itu menjelaskan
soal kesalahan dalam paparan Jokowi mengenai teknologi pertahanan. "Saya
bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh.
Salah siapa? Salah nggak tahu saya (lalu terdengar suara tertawa),
elite...," ucap Prabowo saat debat, Sabtu (30/3). Prabowo pun bereaksi.
Dia mempertanyakan suara tawa itu.
"Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan
Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya? Kok lucu," kata Prabowo.
Loading...

