Heronesia.com - Pengacara kondang sekaligus mantan anggota Komisi III DPR
Ruhut Sitompul, mengingatkan kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, yakni
Fredrich Yunadi, supaya tak melanggar kode etik advokat.
"Sudahlah, saya ini senior, hampir 40 tahun aku jadi
advokat, tetap pegang etika," kata Ruhut dilansir dari Suara.com, Jumat
(17/11/2017).
Ruhut mengatakan naluri seorang advokat memang membela
orang, tapi tetap harus mengedepankan kode etik.
"Jangan sampai orang nanti tak simpati kepadanya. Dan
ingat, etika itu sangsinya sosial. Sanksi sosial itu lebih berat dari semua
sanksi. Mau sanksi politik, hukum, sanksi apapun, etika itu sanksi yang paling
berat," ujar Ruhut.
"Nanti lama-lama dia sebagai lawyer ikut
terpuruk," imbuh Ruhut.
Mantan politikus partai Demokrat itu mengatakan, salah satu
sikap dari Fredrich yang dinilai tidak beretika yaitu pernyataan-pernyataan
mengenai kecelakaan Setnov.
"Dia bilang lukanya parah. Itu kan tak boleh ngomong
begitu. Tapi kan orang juga tahu, airbag-nya tak terbuka. Tapi aku tak mau
lihat itu, nanti aku jadi sama dengan dia," tutur Ruhut.
Ia berpesan, seorang pengacara harus gagah saat membela
seorang klien. Tapi, lawyer tetap tak boleh menggadaikan integritas sebagai
advokat demi bayaran.
"Jangan merusak citra lawyer di mata masyarakat. Nanti
orang tidak percaya sama lawyer. Walaupun aku mengerti naluri lawyer itu
membela orang, tetapi bukan membela maju tak gentar membela yang bayar,"
kata Ruhut.
"Lawyer maju tak
gentar membela hukum, membela kebenaran," tambah Ruhut.
source: suara
Loading...

