Heronesia.com - Sarang burung walet berukuran besar runtuh menimpa sanggar
seni Hidayajati Pewayangan, Gegesik, Cirebon, sekitar pukul 11.00 WIB, mengakibatkan
tujuh orang tewas.
Korban tewas adalah orang-orang yang berada di sanggar seni
nahas tersebut, termasuk seorang dalang bersama anaknya dan lima murid dari
SMPN 1 Gegesik yang sedang menggelar kegiatan.
"Totalnya ada sekitar 18 orang di dalam sanggar, pas
kejadian ada 11 orang, menyebabkan 7 orang meninggal termasuk dalang Herman
Basari dan anaknya," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cirebon Selly
Gantina saat diwawancara CNN Indonesia TV, Senin (16/4).
Iful Aska, seorang saksi mata mengatakan saat peristiwa
terjadi banyak orang lalu lalang di bawah sarang burung walet.
"Tahu-tahu sudah jatuh. Saat itu kondisi sedang lalu
lalang masyarakat," ujar Iful.
Selain tujuh korban tewas, Selly menyatakan dalam insiden
itu terdapat 10 orang yang tertimbun reruntuhan dan tiga orang mengalami
kritis.
Seluruh korban tewas sudah dievakuasi oleh aparat kepolisian
dan masyarakat yang datang membantu. Namun untuk korban tertimbun reruntuhan
masih ada satu orang yang dalam proses evakuasi.
"Tiga yang terluka dalam kondisi kritis, satu orang
kami rujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati yang lebih besar," ujar Selly.
Iful menduga sarang burung walet runtuh karena sudah beusia
cukup lama. "Mungkin dari perawatan kurang. Jadi terlihat rapuh,"
katanya.
Sementara Selly menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan
merobohkan sarang burung walet itu untuk mencegah bagian lain mengalami
keruntuhan. (cnn indonesia)
Loading...

